Sabtu, 07 Januari 2023

Akibat Suka berteriak

Liburan sekolah Doni lebih banyak bermain gadget ketimbang bermain diluar. Pagi itu sebelum Ayah berangkat kerja, seringkali Ayahnya mengingatkan membatasi kegiatan bermain gadget.

Saat Ibunya memanggil untuk ke rumah kakek,  ia Pura-pura tidak denger, (maklum konsen di di gagdet). Ironisnya ia suka berteriak jika disuruh Ibunya padahal ibunya seringkali menasehati namun tetap saja ia berteriak-teriak.

Saat itu ia sangat kesel, karena disuruh ke rumah kakek hanya untuk mengantar kue.

Dengan berjalan kaki akhirnya, ia berangkat juga. Ketika di jalan ia bertemu temannya Dodo.

Ia memaksa diri untuk meminjamkan sepeda Dodo. Dodopun mengelak. Namun Ia seperti biasa berteriak-teriak menghina Dodo yang gendut.

Selama dijalan teman-teman heran Doni membawa sepeda Dodo. Doni tidak peduli bahkan ia berteriak-teriak tak peduli.

Sampailah ia dirumah kakek. 

Kakek lama membuka pintu. Tapi ia justru berteriak-teriak. Akhirnya kakek membuka pintu. Awalnya suara Doni sedikit serak namun akhirnya ia tak bisa berbicara. Kakek jadi bingung. Tanpa pikir panjang, Kakek menghubungi ibunya Doni dan membawanya ke Dokter terdekat.

Dengan sepeda motor tua ia membawa Doni ke dokter.

Dokter mengobati dan menasehati Doni agar tak selalu berteriak, jika berbicara. Doni sadar atas apa yang dilakukan selama ini. Merekapun pulang.

Sesampai di rumah sudah banyak kawan-kawan berkumpul. Doni  akhirnya minta maaf pada orangtua dan temannya Dodo.

*Noted:

- Edukasinya baik buruknya bermain gadget.

-  Jangan suka, marah2, apalagi berteriak, jadi pribadi yg berakhlak.

Kamis, 10 Juni 2021

1 Pendongeng 1 TBM

Sudahkah kita, mengamati anak-anak di sekitar rumahmu! Apakah mereka bahagia ? Apakah mereka betah di rumah atau diluar rumah? 

Apa yang kamu lakukan terhadap mereka? Atau jangan-jangan, kita tahu tapi cukup melihat saja !

Kita tahu lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan sikap mental dan  perilaku anak. Meski madrasah pertama anak-anak adalah orangtua, tapi kadang pola asah, asih dan asuh itu luput dari perhatian lebih dari orang tua.

Nah, di sini ada tugas mulia Pendongeng ( Juru Cerita/dakwah). Apa tugas kita ? Meringankan beban orang tua dan meminimalisir perkembangan perilaku anak-anak yang buruk menjadi lebih baik. Ini tentunya tidak lepas dari berbagai halangan, rintangan. 

Menurut Singgih D.Gunarsa, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Tanggung jawab orang tua adalah,“Memenuhi kebutuhan si anak, baik dari sudut organis psikologi, antara lain makanan, maupun kebutuhan psikis, seperti kebutuhan anak perkembangan intelektual melalui pendidikan,  kebutuhan akan dikasihi, dimengerti dan rasa aman melalui perawatan, asuhan, ucapan-ucapan dan perlakuan-perlakuan”.

Melalui PROGRAM 1 PENDONGENG 1 TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM), insya Allah lebih memudahkan melihat/mengamati/memahami perilaku anak-anak di lingkungan sekitar.

Di sini Pendongeng ( Juru Cerita/dakwah), bukan hanya menyajikan cerita-cerita bermanfaat, tapi dapat memperkuat si anak gemar baca buku, literasi budaya dan literasi alam.

Mari support Program 1 Pendongeng 1 TBM, beri kekuatan secara masif, Karena dari Pendongeng ( Juru Cerita/dakwah), anak-anak bahagia,berkarya, berprilaku sehat, berprestasi dan mengenal sang penciptanya.

Informasi Program :

https://wa.me/p/4197418140347482/6281291067825


#1pendongeng1TBM

#literasibudaya

#literasialam

#TBM

#sayanganak

#sahabatanak

#celotehanak

#celoteh

#rtcerdasramahanak

#rwcerdasramahanak

#desacerdasramahanak

#kakabusahabatanak

#kakabubercerita

#pondokdongeng_abumiftah

Sabtu, 15 Mei 2021

Peran Pendongeng, Dulu, Kini Dan Nanti

Oleh: Agus Fatah (Pemerhati Dunia Dongeng dan Literasi)


FOKUSATU-Mendongeng adalah salah satu seni bertutur (sastra lisan) yang hingga kini masih eksis kita jumpai di berbagai tempat dan kesempatan.

Dongeng masih menjadi kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak.

Kita masih menjumpai kegiatan mendongeng yang dilakukan oleh para orang tua dirumah, guru disekolah dan para pendongeng diberbagai kegiatan dan acara bahkan di lokasi bencana.

Bukti eksisnya dunia mendongeng ditandai dengan adanya hari dongeng Nasional dan Internasional yang diperingati oleh penggiatnya setiap tahun dengan sangat meriah dan mewah.

Peran Pendongeng dalam lintasan sejarah

Dalam sejarah tercatat kegiatan mendongeng sudah dilakukan oleh manusia zaman purba, dimana mereka mengabadikan dongeng dongeng mereka dalam bentuk gambar yang lmereka patri di dinding dinding goa. Dalam perkembangan selanjutnya dongeng ditulis pada kulit hewan dan kulit kayu. Tak lama setelah ditemukan kertas di Cina, maka kemudian dongeng pun ditulis di kertas.

Pada zaman para raja berkuasa kegiatan mendongeng dan para pendongeng mendapatkan peran istimewa di istana. Para raja sering mengundang para pendongeng untuk menghibur para raja. Para raja pun tak sungkan mengunakan kemampuan para pendongeng dalam berkomunikasi untuk menyampaikan maklumat dan pesan pesan dari istana kepada rakyat. Dongeng yang sangat terkenal di masa ini, salah satunya adalah kisah 1001 malam ( qissoh alfu lailah wa lailah).

Kemudian dongeng semakin berkembang diberbagai negara setelah Perrault menerbitkan buku dongeng berjudul : Les Contes de Mere I’Oye ( cerita ibu angsa baru) pada tahun 1697. Dongeng-dongeng buatan Perrault mulai mendunia ketika pada tahun 1729 mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Robert Samber.

Kemudian dongeng terus berkembang ditangan dua bersaudara asal Jerman : Jacob dan Wilhelm Grimm atau biasa dikenal sebagai Grimm bersaudara pada abad 19 M, dengan dongeng-dongengnya yang sangat terkenal seperti : Puteri Salju, Cinderella, Si Kecil Bertopi Merah, Hanzel dan Gretel dan Rapunzel

Di Indonesia sendiri kegiatan mendongeng tumbuh subur diberbagai daerah di Nusantara, mulai dari kisah Mahabarata, Ramayana kisah para raja dan permaisuri, tuan putri, pangeran, kstaria hingga cerita rakyat jelata.

Waktu terus bergulir hingga kemudian muncullah para pendongeng di nusantara dengan berbagai penyebutan yang berbeda seperti tukang kaba di Sumatera dan Sahibul Hikayat di Jakarta (Betawi) yang sebagai besar sumber dongengnya berasal dari kisah 1001 malam.

Kemudian muncul generasi pendongeng tradisional seperti, Made Taro di Bali, Tengku Adnan di Aceh dan Kyai Zait di Betawi (Jakarta) dan banyak pendongeng tradisional nusantara lainnya.

Hingga kemudian sekitar tahun 1980- 2000an hadir para pendongeng seperti Bu Kasur, Pak Raden, Kak Seto, Kak Kusumo, Kak Agus DS, Kak Wees Ibnu Say, SA Soekanto ( redaktur majalah Si Kuncung) dan pendongeng lainnya.

Dan di era 2005 an – sekarang bermunculan para pendongeng muda berbakat hebat yang tergabung dalam Forum Dongeng Nasional yang dimotori oleh kak Aio, kak Rona, kak Awam Prakoso, Kak Andi Yudha Kak Heru dan ratusan pendongeng lainnya yang sangat aktif dan kreatif dalam mendongeng baik offline maupun online

Para pendongeng muda ini baru saja menggelar hajatan Akbar : Sarasehan Pendongeng Nasional 2021, alhamdulillah kegiatan akbar tersebut berlangsung sukses.

Dari sekian Pendongeng yang tergabung dalam Forum Dongeng Nasional, secara sederhana mereka dapat di kelompok ke dalam 4 kelompok besar.

4 kelompok itu adalah, pertama pendongeng peduli pendidikan dan pembangunan karakter, mereka adalah : Kak Awam Prakoso, Kak Rona Mentari, Kak Aio, Kak Heru, Kak Sidik, Kak Acep, Kak Arif, Kak Jendro Kak, Hario, kak Ojan, kak Rico, Kak Tony, kak Inge, Kak Isti.

Kedua, pendongeng peduli kemanusiaan, mereka adalah Kak Bimo, Kak Iman, Kak Dwi kanfas, Kak Idzma, Kak Nia. Ketiga, pendongeng peduli


literasi mereka mereka adalah Kak Andi Yudha, Kak Ryan Hamzah, Kak Abu, Kak Galuh, Kak Hifni, Kak Maya, Kak Evelyn, kak Ito, kak Wawan, Kak Budi Baikbudi, kak Mamiko

Keempat, pendongeng peduli konservasi (pelestarian alam) mereka adalah Paman Syam yang concern dengan konservasi mangrove, Kak Resha dengan program jejak Rimba, Kak Agus Fatah yang concern dengan Biodiversity (keanekaragaman Hayati) melalui AN NAHL Ecopark, Kak Heru dan Kak Shafira dengan dongeng-dongeng tentang Geoparknya di Sulawesi.

Pengelompokan pendongeng ini tidak baku, karena setiap pendongeng pastinya peduli pada isu pendidikan dan pembangunan karakter, kemanusiaan, literasi dan konservasi. Pemetaan dan pengelompokan ini dimaksudkan hanya untuk memotret betapa penting strategisnya peran para pendongeng ini dalam kehidupan. Dan karena keterbatasan informasi yang kami miliki, tidak semua Pendongeng yang ada di Indonesia masuk ke dalam 4 kelompok tersebut. Tapi saya yakin para pendongeng tersebut telah banyak berbuat bagi pendidikan, pembangunan karakter, literasi dan konservasi di Indonesia.

Pendongeng Masa Depan

Mencermati perkembangan dunia dongeng dengan para aktivisnya yang militan dengan berbagai ragam aktivitas yang menyentuh sendi- sendi fundamental kehidupan saya optimis para pendongeng masa kini akan eksis hingga dimasa yang akan datang.

Mereka inilah para pendongeng masa depan Indonesia yang berkarya dalam dunia maya dan nyata, berjuang dengan hati riang, menjaga, menghibur, mendidik anak-anak Indonesia agar pinter berkarakter, cerdas berkualitas, peduli pada kemanusiaan, literasi dan konservasi.

Mereka para pendongeng Indonesia masa depan inilah yang setia menghapus air mata sedih anak Indonesia di tengah bencana menjadi gelak tawa ceria dan bahagia. Merekalah para penjaga mimpi, penjaga imajinasi, penjaga nyala literasi.

Merekalah para “pilot” dengan pesawat imajinasinya yang selalu siap menerbangkan anak anak negeri menjelajah negeri mimpi, membungkusnya dengan kreasi tingkat tinggi, agar tinggi pula imajinasi anak negeri dalam menggapai mimpi : membangun negeri, kini dan nanti.

Merekalah Pendongeng sejati.


Sabtu, 24 April 2021

Kepoin Ramadhan, Kak Abu


 
Siapa Kak Abu ?

*KAK ABU* adalah juru cerita yang bersahaja. Kiprah di dunia storytelling sudah tak asing lagi. Ribuan TK dan sekolah di Indonesia sudah pernah dilalui. Pengasuh Pondok Dongeng dibilangan Parung Bogor ini sering diamanahkan lembaga DD, ACT, KNRP, Sahabat Odi, Yatim Mandiri, Perpus DKI dll untuk mengisi Sirah Nabawi, tematik dan cerita-cerita inspiratif. 

BUKAN ITU saja pasca bencana beliau juga tak segan terjun untuk melakukan aksi Trauma Healing di lokasi bencana.


Di dalam menjalankan aksinya, tak heran penyajian begitu fun, funny bahkan bisa menyentuh hati anak-anak, remaja (muhasabah).

Sahabat jika mengetahui lebih banyak kiprahnya bisa melihat di : 

- Instagram : 

@kakabubercerita

@pondokdongeng_abumiftah

Channel YouTube : Kak Abu Bercerita.

https://www.youtube.com/user/MrAbumiftah

- Blognya : abumiftah-mendongeng.blogspot.com

Kak Abu juga menulis buku :

1.Satu cerita berjuta makna, Penerbit anak kata.

2. Menembus batas logika, Penerbit Era Muslim

3. Mendongeng jangan ngeluh, Penerbit Anak Kata.






Aktifitas lainnya :

- Motivator remaja dan guru

- Nara Sumber Televisi Nasional/Swasta


*Informasi hubungi :*

+62 812-9106-7825 

+62 812 1379 1326



Senin, 16 November 2020

Celoteh si kecil

 

Setiap orangtua bisa loh.  menanamkan kebiasaan anak menabung sejak dini.

Seperti si kecil Azmi. Anak yang kini berusia 9 tahun sudah terbiasa menabung. 

Bagi Kak Abu, mengajarkannya menabung sejak kecil ada manfaatnya. Terutama saat si anak dewasa, jadi lebih bijak mengelola uang.

Azmi yang kini kelas 4 Madrasah ibtidaiyah ini punya kiat khusus untuk menabung. Ia menyisihkan uang jajannya 1000 hingga 2000 rupiah. Saat itu kepolosan terlihat, terlebih ketika ditanya uang tersebut digunakan untuk apa? 

Biasanya seorang anak akan menjawab untuk membeli mainan yang diidamkan.

Tapi Azmi penyuka football ini justru untuk membeli mobil sesungguhnya, bahkan selang beberapa bulan entah kenapa ia berubah pikiran. Katanya uang tersebut akan digunakan untuk pergi haji bahkan untuk berqurban.

Keluarga kami hanya bisa tersenyum. Kamipun hanya mengikuti kata hatinya.

Tahun 2020, tepatnya bulan November, celengan itu sudah penuh. Maklum saja celengan berbentuk drum itu sangat kecil sehingga lebih cepat penuh.

Setelah kami hitung bersama ternyata hanya 1.160.000. Dengan lugunya ia bertanya kembali. Apakah bisa untuk pergi haji atau beli mobil? Bisa Azmi..tapi nanti kamu tabungkan kembali lagi, karena untuk pergi haji saja.. harus punya uang puluhan juta.

Mendengar perkataan tersebut, akhirnya uang tersebut ia masukkan kembali ke celengan. 

Memang untuk mencapai harapan yang didinginkan, pasti ada budget khusus. Tapi tetap anak harus diajarkan pemahaman bekal menabung. 

Semoga impian dan harapan si kecil Azmi bisa terwujud ya sahabat.. Aamiin

Parung, November  2020

Sabtu, 19 September 2020

Tabungan Akhlak


Pepatah Lidah tidak bertulang mengungkapkan, bahayanya jika berkata buruk. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Begitulah jika dosa-dosa kecil kita kerjakan secara terus menerus. Karena terasa remeh, boleh jadi banyak perkara yang sebenarnya tercela di sisi Allah SWT, tanpa disadari oleh perkataan.

Melihat hal itu, sebagai orang tua berat rasanya jika dalam pergaulan anak-anaknya menyebutkan bahasa binatang atau anotomi tubuh.

Bukan itu saja dalam penyebutan  "loe" atau "gue" saja, ternyata tak enak juga didengar.

Untuk mengurangi itu semua Sanggar Pondok Dongeng yang dikelola Kak Abu melalui "Tabungan Akhlak" dapat mengurangi itu semua.

Tabungan yang sudah digulirkan sejak lembaga ini berdiri. Setidaknya sedikit anak-anak mengurangi perkataan tidak pantas terhadap teman-temannya.

Misalnya, ucapan "loe" atau "gue" kami denda dengan menyisihkan uang receh 500 rupiah untuk dimasukkan ketabungan akhlak. Bagaimana dengan perkataan "binatang" atau anotomi kami beri saksi 100 rupiah. Ringan memang tapi 1 menit menyebutkan berulang-ulang akan mengurangi uang jajan.

Perkataan yang dilakukan berulang-ulang dan jika dibiarkan akan menambah prilaku akhlak yang tidak baik bukan? Otomatis saldo Akhlak buruk membiarkannya terus menumpuk.

Mengenai hal tersebut, Rasulullah SAW sendiri telah mengingatkan umatnya agar bersikap waspada. Beliau bersabda, ''Awaslah kalian dari dosa-dosa kecil yang biasa diremehkan, sebab itu semua dapat terkumpul sehingga dapat membinasakan orangnya.'' Lalu beliau membuat perumpamaan, suatu kaum (rombongan) yang turun berkemah di hutan dan ketika tiba waktunya makan, tiap orang keluar mencari lidi serta dahan pohon. Setiap orang mendapatkan satu dahan sehingga terkumpul banyak dan dinyalakan api yang dapat memasak makanan. (HR Ahmad).

Siapa yang mengawasi ? Nah disinilah otomatis anak-anaklah yang akan mengawasi dan menegur jika teman-teman melakukan itu. "Denda 500, denda 1000".

Jika  "Tabungan Akhlak" sudah penuh bisa digunakan untuk membantu teman-temannya yang sakit atau anak Yatim atau apa saja yang bermanfaat.

Nah mau mencoba ?
Silahkan share ini jika bermanfaat..

@kakabubercerita

#kakabusahabatanak

Jumat, 04 September 2020

Sanggar Kak Abu, Juara Video Kemerdekaan

Pagi tadi, seorang Pembina anak-anak, Kak Abu berhasil meraih juara satu lomba Video dan Cipta Puisi di Bogor, Jawa Barat.  pada Jumat (04/09).

lomba yang diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Bogor (IWO) Bogor Raya, diadakan secara online pada 15-25 Agustus 2020 mengangkat tema “Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air 2020″ tepat pada  Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 ini.

Ketua Panitia Lomba Video, Foto dan Puisi, Wawah mengatakan,  Kak Abu berhasil menjadi perhatian para juri dari hasil video dan cipta puisi yang menggugah hati dengan keluguan anak-anak binaannya.

Perlombaan ini diikuti dari berbagai daerah di tanah air. Alhamdulilah, Kak Abu berhasil meraih juara satu video dan cipta puisi dari 49 nominasi ,” ucap Wawah kembali di Zesh Hotel, Bogor Jawa Barat.

Selanjutnya ketika ditanya wartawan atas kemenangan, Kak Abu menjawab," Ini bukan sekedar karya dan semangat, tapi curahan isi anak-anak binaan saya, karena Ketika 17 an, dilikungannya mereka tak ada keseruan perlombaan,"ujar founder Pondok Dongeng (PeDe). Kak Abu mengakui, "Pandemi membuat masyarakat semakin gila dalam berkreatifitas dan ide-idenya kreatif  selalu saja bermunculan,”ujarnya.

Perlombaan ini sendiri berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh para juri seperti Kepala Penerangan Korem 061/SK, Dosen Sastra Universitas Pakuan, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Praktisi kameramen Senior Televisi TVRI wilayah Bogor.

Acara yang diselenggarakan di Auditorium, Zesh Hotel Bogor, dengan panduan protokol kesehatan, Budayawan, musisi juga aktivis lingkungan, Bunda  Ully Sigar Rusady dan sejumlah tokoh serta wartawan juga hadir.

Meski para pemenang hanya mendapatkan piagam, serta bingkisan  dan voucher tapi sebagai pemenang, Kak Abu merasakan bahagia.

"Semoga ini awal yang baik di tahun 2020 untuk sanggar Pondok Dongeng, Semoga bisa dilirik para pemerhati anak dan televisi swasta dan nasional", senyumnya sambil menutup mulutnya dengan masker.

Senin, 17 Agustus 2020

Ada apa dengan hari kemerdekaan ?

Karya : Kak Abu


Apa dengan hari kemerdekaan? 

Tada lagi keceriaan 

Tak ada hiasan di sepanjang tanah-tanah kosong

Tak ada gapura kemerdekaan dengan simbol-simbol kemenangan.

Dimana kakak-kakak ku, Ibuku, Ayahku yg selalu meramaikan 17 Agustus?

Dimana Lomba-lomba. Panjat pinang, makan kerupuk, tusuk jarum..yang membuat aku ingin selalu mencari kemenangan.

Kini…

Semua orang berada di rumah saja.

Tiada ada tanda-tanda keramaian 17 Agustus.

Teman-teman ku  ternyata tak ada perayaan kemenangan negeri ini, bukan di lingkungan rumah kita saja.

Lalu Bagaimana caranya kita agar bisa memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ? .Hari kemerdekaan dengan upacara dan tangis haru.

Kini semua rakyat indonesia berada dirumah saja. Upacarapun dirumah saja..

Wahai para  pahlawan jangan sedih ya...!

Negeri kita memang sedang berduka....Karena corona

Jangan takut !, Aku masih mencintai ibu Pertiwi.


Parung, 9 Agustus 2020


#KakAbuSahabatAnak

#LenongBocahPeDe

#SanggarPondokDongeng

#TBMPondokDongeng

#sahabatanak

#sahabatanakindonesia

#ceritaku

#kisah

#cerita

#ceritaanak

#puisi

#puisikemerdekaan


Klik disini ; 

https://youtu.be/eN1p2wAUW2I

Sabtu, 28 Maret 2020

Pandemi Corona, harus berakhir

Oleh : Kak Abu

Wabah virus Corona menjadi bahan berita dunia.Virus menular ini tak henti-henti diberitakan di layar kaca dan Sosmed. Dan ironisnya kini hadir di sekitar kita. Korban demi korban berjatuhan, ibarat nomor-nomor undian yang diumumkan dan tak berkesudahan.

Pemerintah sudah menghimbau untuk Social Distancing yaitu menjaga jarak untuk bersosialisasi. Kini masyarakat semakin merasakan dampaknya. Mereka sudah lebih 14  hari tidak pergi keluar rumah jika tak ada yang urgent. Bahkan di berbagai belahan dunia sudah melakukan Lock Down, menutup semua aktifitas masyarakat baik itu tempat perbelanjaan, kantor dll, bahkan di beberapa propinsi di Indonesia juga melakukan  Lock Down meski berskala lokal. Ironisnya, di sekitar rumah saya ternyata sudah ada yg terkena virus ( ODP), makin banyak saja nomor-nomor undian yang diumumkan.

Dalam keadaan seperti ini,  orangtua yang biasa bekerja diluar terpaksa melakukan pekerjaan dirumah (Work From Home) bahkan pemerintah memperpanjang liburan sekolah hingga waktu tak tentu (Learn From Home).

Hebatnya, para guru melakukan berbagai cara agar murid-muridnya tetap belajar. Dari belajar online, memberikan hasil PR yang harus difoto, hingga Video Call  hafalan surat. Justru cara seperti ini membuat  orang tua yg tidak terbiasa mengajarkan atau membantu buah hati mengerjakan PR, akan menjadi bumerang. Stress dan Bingung.

Kini begitu kita keluar rumah terasa agak terasing disepanjang jalan yang dilalui.
Apakah ini efek dari berita dan tontonan yang menginfluence ke dalam pikiran saja ?
Ada perasaan takut, terasa betul  berada ditempat asing dan aneh melihat orang lain. Apakah ini perasaan saja.

Hingga kini terus mengiang di telinga kita, sampai kapan ini berakhir ?

Dalam doa, kita selalu katakan sempurnakan ikhtiar. Tidak sekadar di mulut, tapi sampai di hati yang paling dalam. Kasian para pedagang, atau pelaku usaha (jasa) yang harus menghidupi buah hatinya dan orang-orang yang dicintai. Mereka bukan seorang karyawan yang setiap bulannya mendapatkan Kafalah (gaji).

Kita berharap pandemi virus Corona yang dimulai dari Wuhan (Cina) ini berakhir. Kawan, kini tinggal hati kita mau bertawakal atau malah jadi sombong, merasa dirinya sehat, akhirnya bukan memutuskan rantai virus malah menyebarkan.

#dirumahsaja
#learnfromhome
#workfromhome
#stayathome
#menulissaja

Jumat, 10 Januari 2020

Salwa, gadis kecil penghafal Alquran

Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …” (QS At-Tahrim [66]: 6)

Bersama Ananda Salwa (7 th), Hafidzoh RCTI,  saya jadi iri. Orang tuannya bukan mengenyam bangku pesantren, namun tekadnya menjadikan Salwa seorang Hafidzoh, bisa diajungkan jempol. Salwa bayi, sudah didengungkan murotal.
Bahkan Salwa balita, 3 tahun, sudah dimasukkan disebuah rumah Tahfiz.  Hingga  waktu bergulir, rumah tahfis  tersebut ditinggalkan, dan akhirnya kedua orang tuanya terutama uminya, yg berjibaku melanjutkan membina dan membenarkan makhroj. Setelah itu, Salwa kecil harus menghafal setiap hari satu ayat, dua ayat hingga Allah melihat dan mendengar usaha uminya selama 3 tahun. Masya Allah kini Salwa sudah hafal 10 jus.

Inilah Ikhtiar kedua orangtuanya, ingin bersama anak-anaknya di surga dan berharap kelak, sang anak memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya. Malaikat pastinya akan mengawal Ananda Salwa ke gerbang pintu Surga. Masya Allah saya hanya makluk yg kecil dibandingkan keluarga Salwa. Sedih dan pilu, ditengah manusia yg banyak memilih dunia, sebagai tujuannya.

Video ini tak sengaja membuat anak-anak SDIT Nurul Fajri, bersedih bahkan menangis melihat perjuangan umi Salwa dan Abinya.

Lalu bagaimana jika nanti anak kita saja yang berada di surga?Sedangkan kita masih dihisab, dihitung berapa banyak amal Soleh kita ? Pastinya anak kita akan menangis memohon kepada malaikat penghuni surga, agar kedua orangtuanya bisa bersama-sama di Surga.

#RumahInfak
#SatuHatiCintaAlquran
#SDITNurulFajriCikarang
#KakAbuSahabatAnak

Senin, 06 Januari 2020

"Trauma Healing" Korban Longsor Cigudeg, Bogor

Seberapa hebat Anda ? Ini bukan di negeri dongeng.  Jika Allah berkehendak  Semua hilang begitu saja.

Sejak pukul 09.00 Wib, pagi, kami sudah berkumpul di pengungsian. Antusias warga  yang berdampak  longsor, menyambut terbuka, Ibu-ibu bahkan anak-anak. (Ahad, 5/01/2020)

Sahabat tahu ? Bersama Lembaga Pemerhati Anak, Sahabat Odi Bogor,
Baju kotor, celana penuh bercak lumpur, bahkan kaki kami tak lagi nampak kulitnya. Itulah jalan menuju ke lokasi pengungsian Desa Sukaraksa, Cigudeg, Bogor. Terjal,mendaki, berliku dan jurang. Bukan itu saja, motor kami juga harus menunggu antrian jika berpapasan dengan mobil, motor relawan yang juga mau berbagi.

Ini bukan sekadar soal kepiluan, tapi juga soal mengikateratkan perasaan kebersamaan para penggiat kemanusiaan. 

Jejak langkah kami ke Lokasi yang
200 lebih Kepala Keluarga (KK), tak lagi punya tempat tinggal,kini menjadi bagian dari jejak rekam kami.

Inilah Indonesia, di negeri ini, pasca bencana kami selalu hadir, untuk memberikan keceriaan anak-anak ( trauma healing ) dengan cara kami, yaitu ; mendongeng, bernyanyi, membuat hasta karya.

Semoga Indonesia tak lagi bersedih dengan cobaan ini.

#KakAbuSahabatAnak

Minggu, 01 Desember 2019

Ngebolang PeDe


Dunia yang kau lihat adalah tipu daya dan kebatilan layaknya fatamorgana yang nampak ditengah sahara.

Itulah kutipan yang pas jika melihat kehebatan dunia. Tapi tidak untuk melihat kehebatan dan keceriaan anak-anak Sanggar PeDe. Tak pernah lelah untuk berpetualang bersama.

Kita bisa melihat kebersamaan, lelah dan keberhasilan mereka menghadapi rintangan.

Mau lihat yg lainnya ; https://youtu.be/GbdtipmLlKY

#KakAbuSahabatAnak
#ngebolangPede
#LelahkuTerbayar
#MenepatiJanjiBersamaMereka
#4JamBersamaAnak-anak

abumiftah-mendongeng.blogspot.com

Sabtu, 16 November 2019

Kisah anak tsunami di Banten

Karya : Kak Abu

Di kisahkan, ada seorang anak bernama Anwar. Ia adalah anak yang mempunyai cita-cita menjadi penghafal Alquran. 

Ia sekolah di bilangan Jakarta Selatan dan masih duduk di kelas 6 SD. Kenginan keras untuk menjadi penghafal Alquran karena Ayahnya seorang hafidz. Ia mempunyai kakak yang juga hafis, bernama Faris yang duduk di kelas 8, Pesantren di daerah Kuningan, Jabar.

Saat itu, liburan sekolah. Kali ini liburan dimanfaatkan keluarga sederhana utk pergi ke pesantren tahfis  Al-Qur'an di Pandeglang, Banten. Maklum ini juga bukan liburan biasa tapi juga  ujian hafalan Anwar, utk masuk ke sekolah tersebut.

Bersama Ayah dan Faris, Anwar berangkat ke Pandeglang, dengan naik kereta api.
" Ayo, Ayah, aku sudah tak sabar untuk liburan ke pesantren Tahfiz,"Ucapnya, riang.

Mereka berangkat.Anwar pamit dengan Ibu tercinta. "Hati-hati dijalan ya",cium ibunya pada kedua anaknya dan Ayahnya.

Sesampai di stasiun, Anwar cukup bahagia. Bunyi Pluit panjang. Tanda kereta api bergegas. Sambil bermain kertas gunting batu (permainan Jepang),  dengan kakaknya, sesekali  Anwar melihat indahnya pemandangan.

Setiba dirumah Tahfiz, Alhamdulillah , kedatangan  mereka disambut, Ustadz Miftah, pengelolah pesantren tersebut. Sore itu, Anwar bahagia. Ia melihat  ramainya  anak-anak calon-calon penghuni surga. Ada yang  sedang makan, bercengkrama  dengan keluarga  dan ada juga yang  sedang menghafal Alquran (murojaah)

Matahari sudah mulai tenggelam. Usai mereka sholat magrib berjamaah, Anwar memohon Ayahnya itu merojaah surat, Annaba. "Ayo, Ayah, aku ingin besok ketika diuji sudah hafal",pinta Anwar. "Iya, semoga kamu nanti lulus SD, bisa sekolah dipesantren Tahfiz ini",Senyum Ayah penuh harap.

Anwarpun mulai menghafal. Sedangkan kakaknya, membaca buku Sirah Nabawiyah.
Baru, setengah menghafal. Dari kejauhan terdengar gemuruh. Tiba-tiba air bah datang. Sang Ayah masih memegang tangan Anwar. Dan akhirnya terlepas, "Ayah...Ayah..."
"Anwar,Anwar...."
"Faris .. Faris.." Mereka saling berteriak tanda kecemasan.
Hingga akhirnya mereka terpisah.

Air bah perlahan terhenti. Dengan tertatih, Anwar bangkit. Di kejauhan...ia melihat sudah banyak  darah dan mayat yang bergelimpangan. Tanpa sadar, ia melihat Ayahnya sedang memeluk, Faris kakaknya yg sudah tak bernyawa lagi.

"Ayah, bangun...bangun... bagaimana dengan hafalan aku. Kakak Faris, bangun,aku nanti bermain dengan siapa? ..Bangun...bangun...,"pilunya.

Kejadian Tsunami Banten itu yang akhirnya memisahkan mereka.  Anwar dengan tatapan kosong melihat kedua orang yang dicintai dibawah oleh para relawan ke Rumah Sakit. Seorang relawan mencoba menghiburnya dengan membawa makanan.Ia semakin pilu. "Biarkan makanan ini buat Ayah dan kakak Faris,"sambil memasukkan kedalam tas.

Keesokan harinya, Anwar tinggal di pengungsian. Relawan mencoba menghibur. Namun gagal. Lamunannya, terjaga, dari kejauhan Anwar melihat seorang wanita muda yang memakai baju usang.
"Ibu....ibu...ibu...,," Ia berlari sekencang-kencangnya. Ibupun memeluknya. "Alhamdulillah, akhirnya kita bertemu nak,...ibu tak gentar mencari kamu nak", peluk ibu yang ternyata sejak kejadian tsunami, ia berangkat bersama para relawan ke Pandeglang untuk mencari keluarganya disetiap pengungsian.

"Ibu.., Ayah, dan kakak Faris sudah tiada",tangis Anwar dalam dekapan. Mereka sudah pasrah."Suatu hari kita akan bertemu bersama di surga nak."'sambil menghapus air mata buah hatinya.

Setelah itu kedua jenazah orang yg di cintainya dibawa Ambulance ke Jakarta. Keduanya dimakamkan berdekatan.

"Sudah Anwar, mari kita pulang. Biarkan ayah, dan kakak Faris tenang di surga. Anwar masih sayangkan pada ayah dan kakak Faris?",tanya Ibu.

Anwar mengangguk. "Anwar teruskan cita-cita mu menjadi hafidz, biar kedua orang yg kita cintai bisa tersenyum bahagia", senyum ibunya menenangkan.

"Ia ibu, apapun yg terjadi, Anwar tetap berjuang menjadi penghafal Alquran. Masa Anwar kalah dgn anak-anak Palestina", senyum nya yg mulai melebar.

The end


Kisah Anak Palestina

Karya : kak abu

Salman dilahirkan keluarga sederhana dengan rumah tidak terlalu besar.

Ia adalah anak Palestina yg mempunyai cita-cita menjadi penghafal Alquran. Ia berumur 9 tahun. Kenginan keras untuk menjadi penghafal Alquran, karena Ayahnya seorang Hafidz dan Ibu Hafidjoh. Salman sangat bangga dengan kedua orangtuanya, terlebih Ayahnya yg selalu bercerita kehebatan Rasulullah.

Pagi itu. Hari ahad. Seperti biasanya liburan dimanfaatkan Ayah Salman untuk bercerita. "Ayah, nanti setelah sholat subuh dimasjid cerita ya",ucap Salman, gembira. Sambil tersenyum dan berjalan menuju masjid, Ayah hanya bisa mengiyakan saja.

Setelah sholat."Ayah nanti cerita ya, kan sudah janji",tegur Salman.
"Iya...ayo kita pulang",jawab Ayah bergegas. Sesampai dirumah, Salman bergembira,karena Ayah ingin bercerita. Namun Ayah berkata lain."Salman mohon maaf Ayah tak bisa bercerita, karena Ayah harus bergegas berangkat ke medan jihad utk negeri kita, Palestina", senyum Ayah.

Salman, menjadi sedih karena takut kehilangan ayahnya."Benar Salman, kan masih ada Ibu. Kamu cinta Ibu dan Ayah karena Allah bukan?",peluk ibu. Salman akhirnya merelakan Ayahnya pergi."Hati-hati dijalan ya, Ayah,"pilu Ibu sambil mencium tangan Ayah.

Ayah pergi berjuang."Da Ayah...jangan lupa cepat pulang dan belikan mainan dan oleh-oleh untuk Ibu",teriak Salman.Ayah dan pasukan akhirnya bergegas.

Keesokan harinya.Salman harus berangkat sekolah. Ia berpamitan pada ibunya. Ia bertanya tentang Ayahnya.Ibu hanya mengatakan "Insya Allah Ayah pulang hari ini".

Keesokan harinya,Salman dengan sepeda bututnya berangkat ke sekolah. Sepanjang perjalanan, ia Sangat gembira, sesekali ia menyapa  kawan-kawannya.

Sesampai di sekolah.Tiba-tiba, pesawat jet dan helikopter. Mengitari sekolah Salman. Dan............dari kejauhan terdengar gemuruh. Ternyata itu langkah pasukan Israel dan deru mesin tembakan yang tak terkendali. Salman berlari menyelamatkan diri. Innalilahi, Israel terus  memasuki sekolah dan menembaki semua yang bernyawa, tak pandang bulu, anak kecil, guru, dan orang yang lewat.

"Ini tempat Sekolah didikan nabi Muhammad, habiskan", perintah komandan Israel.

Salman berlari sambil memanggil teman-temannya untuk bersembunyi namun takdir berkata lain sahabatnya, guru-gurunya tewas bersimbah darah. Bukan hanya itu bangun sekolah juga hancur oleh dentuman tank-tank Israel.

Salman hanya bersembunyi dibukit dekat sekolah nya.

Ironisnya setelah membunuh, Pasukan Israel bergerak meninggalkan sekolah Salman.

Salman keluar dari persembunyiannya. Salman kecil melihat teman-teman yang  tewas bersimbah darah. Ia menangis sejadi-jadinya. "Ayo, bangun kawan-kawan, kitakan anak penghapal Al-Qur'an. Bangun,"isaknya.

"Ustadz, ustadz bangun...bangun.. siapa yang mengajarkan aku Al-Qur'an", tangis yang tak terkendali.

Darah dipenggangnya. Di perlihatkan ke semua orang, bahwa ini darah semua orang yang bersamanya setiap hari. Ia berdiri sambil memandang Sekolah dan semua yang tewas.
Ia terhentak karena lupa masih ada Ibunya. Ia pun pergi dan berlari tanpa sepeda yang sudah hancur.

Sampainya di rumah, apa yg terjadi.  Rumahnyapun juga hancur,  rata dengan tanah. Ia semakin bingung harus kemana. Kesedihan tak terbendung. Namun dibalik kesedihan ia menemukan Al-Quran, yang setiap harinya dibaca. Dengan tangan yg penuh darah Al-Qur'an itu digenggamnya.

Namun Allah maha berkehendak, ketika ia menatap rumahnya. Seketika ia melihat tangan melambai-lambai dari balik bangunan yang hancur. Ia tahu persis itu Ibunya, karena ada jam tangan pemberian Ayah. Ia berlari dan mengambil batu-batu dan kayu-kayu yang menghalangi ibunya.

"Ibu bangun..bangun..ini Salman",tegurnya.

Salman menarik tangan dan badan Ibunya. Masya Allah,ia mengelus dan membersihkan wajah Ibunya yg penuh darah dengan membuka baju putihnya.

"Ibu tanganku sudah penuh darah para guru dan teman-teman dan ini untuk ibu",tangisnya.

Ibu hanya bisa memeluk Salman dan mereka berfikir harus kemana?. Pikirnya hanya satu mencari tempat pengungsian. Mereka berangkat dengan badan lunglai.

Teman-teman. Di pengungsian mereka tak kenal lagi dengan kehangatan dan kedamaian.Jika musim panas, panas sekali, jika musim dingin, dingin sekali.
Salman dan Ibu hanya bisa menjalankan perintah Allah untuk sabar dan sabar. Setelah Salman termenung, ia melihat pasukan Palestina mendekati tenda. Ia berlari dan menanyakan Ayahnya."Kebetulan sekali kamu Salman ya...anaknya Pak Soleh,"sapa Pak tentara sambil memberikan sepucuk surat.
Salman gembira luar biasa. Setelah mengucap syukur dan terima kasih pada pak tentara, iapun berlari.

"Ibu...ibu....",riang Salman.

Salman memberikan sepucuk surat pada Ibunya. Lalu....

"Salman.. Salman tak boleh sedih ya...liat matahari sudah cukup terang, Insya Allah dimana pun matahari bersinar berarti masih ada umat Islam yang membantu kita. Salman tak sabar. "Ayo, ibu baca". Dengan tenang  Ibu mengatakan,"Salmankan anak Soleh, ya. Salman, Ayah Salman sudah berada di Surga",tangis Ibu memeluknya.

Salman menjadi sedih bukan kepalang, ia  berlari-lari sambil mengambil batu dan melemparkan ke bukit dan berteriak-teriak," Israel jahat ..Israel laknatullah..."

Ibu mengejar dan memeluknya. Ibu melerai dengan mengatakan kepadanya, "ingat Salman Rasulullah itu yatim sejak ia masih di dalam kandungan dan beliau mampu menjadi pemimpin yang hebat utk kemajuan Islam. Nah,kamu harus mempunyai semangat seperti Rasulullah, tegar, berani dan sabar. Ayo berdiri..ayo berdiri ", ibunya membantu Salman berdiri.

Ibupun memeluk nya. "Suatu hari kita akan bertemu bersama Ayah di surga nak."'sambil menghapus air mata. Perlahan,
Salman mulai tersenyum, "Ia ibu, apapun yg terjadi, aku tetap berjuang dan syahid untuk Palestina dan satu lagi menjadi  penghafal Alquran seperti Ayah",senyumnya yang mulai melebar.

The end

Note:
Jika diceritakan kembali untuk anak-anak SD, ucapan darah diperhalus dengan air yg mengalir warna merah.


Kamis, 17 Oktober 2019

Cinta Budaya Indonesia dengan Giat Literasi?

 Emang bisa? Belum kebayang kayak gimana...

Ga usah dibayangin langsung saja aksi. He..he..

Karena begitulah komitmen teman-teman SMK Pariwisata Kasih Ananda usai mengikuti workshop "Aku Cinta Budaya Indonesia" yang diselenggarakan oleh Sudin Pusari Jakarta Utara bersama Sahabat Odi, Kamis 17 Oktober 2019 di jl.Pegangsaan Kelapa Gading Jakarta Utara kemarin.

Mereka sadar negri yang kaya sumber daya alam dan juga memiliki kekayaan tradisi ini merupakan warisan yang harus dijaga dan dipertahankan dengan segenap jiwa dan raga.

Karenanya memandu mereka menemukan jawaban apa yang akan mereka lakukan dalam rangka mencintai negri ini merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan yang luar biasa bagi saya dan sahabat saya Kak Abu, yg pada hari itu juga ikut membersamai calon pemimpin masa depan bangsa ini (insya Allah) selama dua jam dalam sesi brain storming.

Sungguh workshop ini, bagi saya adalah tempat belajar dalam menemukan rangkaian puzle pikiran generasi milenial dalam memaknai diri mereka sebagai bagian dari bangsa yang kita cintai ini.

Beberapa dari mereka berceletuk tentang betapa sekaratnya negri ini dalam hal keadilan. Tanpa kami ajari dan tanpa kami arahkan. 

Namun rasa tak pernah bisa dipecundangi. Mereka berkata apa yang ada dalam rasa dan pikir. Sampai titik ini sesungguhnya mereka telah melakukan giat literasi. 

Membaca situasi, menganalisanya, memikirkannya dan menuangkannya dalam sesi berpendapat di muka umum

Saya tak henti ucapkan syukur. Meski ditengah kegaduhan tren milenial yg terus berkembang dan  membujuk mereka untuk lena, Allah masih selipkan nurani yang mampu melihat ketimpangan atas kondisi zaman.

Tunas-tunas muda harapan bangsa itu kian bermunculan kawan. Saya optimis, meski kita sedang ada di dalam fase penuh tekanan seperti sekarang, justru semakin besar kesempatan tunas2 itu tumbuh untuk melesatkan bangsa ini dari keterpurukan.

Pantang menyerah! Itulah salah satu budaya Indonesia yang ada dalam pandangan mereka saat sesi brainstorming, dan obrolan asyik ini memberi saya semangat untuk tidak menyerah mendoakan dan berbaik sangka pada mereka, bahwa suatu saat merekalah yang akan membuat bangsa ini kembali harum namanya dalam keberagaman.

Allahu'alam...

Penulis : Kak Galuh

#WorkshopLiterasi
#AkuCintaBudayaIndonesia
#SahabatOdi
#SudinPusariJakut
#SMKKasihAnanda

Jumat, 13 September 2019

Menjadi Pendongeng adalah sebuah pilihan

"Ehhh.....ada kak abu.. cepat kejar...kejar.."Itulah teriak anak-anak  jika saya sampai di sekolah Sahabatalam Parung. Anak-anak tak mau lepas dari sosok sang pendongeng Kak Abu.

Ternyata dibalik itu semua ada cerita masa lalu yang tak mungkin dilupakan.

Menjadi pendongeng bukanlah tanpa sebab.Bermula bekerja di dunia kemanusiaan.Saat itu saya, selalu meliput dan membuat kisah mustahik (miskin, pemulung, cacat ) untuk diangkat menjadi pemberitaan terlebih anak-anak.

Melihat kemiskinan, saya merasa  sedih. Sesekali saya harus memberikan keceriaan dengan menghibur, mensupport, agar mereka lupa dengan penderitaaannya.

Jam waktu berputar, sayapun berkeinginan besar agar kelak anak INDONESIA, tidak ada lagi kata miskin.Namun semuanya pupus, karena saya bukan siapa-siapa.

Allah membuka jalan. Melalui sanggar  Pondok Dongeng, Abu Miftah, akhirnya saya berhasil mendirikan sanggar sederhana yang berlokasi di Parung, Desa Waru Jaya. Sanggar ini mengingatkan saya kembali tentang cita-cita dan pentingnya membahagiakan anak-anak.

Nah, kini saya membulatkan tekad menjadi pendongeng profesional. Walau materi cerita dikemas dengan  keseharian anak-anak (Menanamkan Akhlak anak) dan kisah tauladan nabi namun saya bersaksi kenyataannya profesi ini menjadi hal yang luar biasa, dan tak kalah seru dengan profesi lainnya.


Kamis, 12 September 2019

Keceriaan di Kantor Lurah Kuningan Barat, Jakarta

Sejumlah 100 anak dari TK dan PAUD 
berkumpul di Kantor Lurah Kuningan Barat Jl. Kuningan Barat Raya, Kec. Mampang Jakarta Selatan.

Acara yang berlangsung pukul 14.00 Wib ini, membuat anak-anak, guru sangat antusias mengikuti kegiatan story telling atau mendongeng. (Kamis 12/9).

Acara yang diselengarakan Suku Dinas (Sudin) Jakarta Selatan, menghadirkan Kak Abu, dari Sahabat Odi. Kak Abu yang menggunakan baju cerah ini, bercerita tentang seekor Kelinci yang suka menolong.

Siang  itu, keceriaan dan kelucuan mulai tergambarkan, terlebih Kak Abu, mengeluarkan boneka lucu yang bernama Memed.

Seperti biasanya, usai cerita Sudin Jakarta Selatan  memberikan bingkisan. "Ini hanya Apresiasi dari kami, bagi anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan tentang tokoh yang diceritakan," kata bapak Yogi, yang mewakilkan Sudin Jakarta Selatan.

Kak Abu, sangat kagum dengan antusias anak-anak pada kegiatan ini."Ini luar biasa,  anak-anak yang datang sangat serius mendengarkan cerita dari awal sampai akhir," tandasnya, pada salah seorang guru.

Jumat, 23 Agustus 2019

Kak Abu bersama Ventriloquis Indonesia


Berangkat dari keinginan untuk menunjukkan kehadiran Ventriloquis di Indonesia, Iwel Sastra mampu membuktikan. Pada tanggal 21 Agustus 2019, bertempat di Ketawa Comedy Club, Jakarta Selatan, 50 ventriloquis seluruh Indonesia hadir. Mereka bukan hanya sekedar berkumpul tapi belajar bersama para master seperti, Agus Ds, Suhu imin, Budi hahaha. Bersama ventriloquis lainnya Kak Abu, selain menimba ilmu juga berupaya menjadi bagian dari sejarah Ventriloquis Indonesia.


Inilah kutipan Kak Iwel Sastra, yg masih berkiprah di Stand up Comedy.

"kemampuan Ventriloquist lebih susah dibanding Stand Up Comedian. Seorang Ventriloquist harus menguasai suara perut, 
mampu memainkan boneka menjadi terlihat hidup dan memainkan materi yang bisa mengocok perut penonton"

#VentriloquistIndonesia
#KakSahabatAnak
#KakAbuMendongeng
#KisahTauladanNabi

Kamis, 08 Agustus 2019

Kak Abu road show bersama biMBA


Pentas baca dan dongeng biMBA Aiueo di Tangerang adalah pentas hasil bimbingan guru yang tidak lain adalah motivator di sekolah. Selain murid diuji untuk membaca di panggung, mereka juga berkreativitas dengan mewarnai, bernyanyi dan menari. Tahun 2019 hingga 2020 biMBA Aiueo, bersama Rahman manajemen sinergi dengan Pondok Baca dan Dongeng (PeDe). Road show pentas baca dan dongeng ini, akan menghadirkan
Kak Abu. Pendongeng Nasional yang juga founder PeDe ini, akan bercerita tentang  "Senangnya Membaca".
Road  show ini akan mendatangi sejumlah  biMBA dibilangan Tangerang dan sekitarnya.

Dengan adanya Pentas baca dan dongeng ini, semoga dapat memberikan motivasi dan kepercayaan diri kembali anak-anak. Selain itu, membuat anak semakin semangat lagi datang ke sekolah biMBA.

Senin, 08 Juli 2019

Bermain Monopoli


Saya tak pernah langsung mengajarkan mereka bagaimana belajar berhitung, kesabaran, kejujuran bahkan ilmu menjadi manusia hebat dan sukses.

Salah satunya adalah dengan memperkenalkan Permainan Monopoli. Permainan ini sangat menarik. Dengan modal 15.000 yang diberikan oleh Bank, anak-anak harus mampu berfikir strategis dan kreatif untuk menjadi orang hebat dan sukses.

#KakAbuSahabatAnak
#SanggarPeDe
#TBM
#SalamLiterasi
#BermainTanpaGadget
#CintaiPermainanTradisional

CITA CINTA AKU DAN ANAK-ANAK ASUH

"

Demi cintaku pada surga.

Ku titipkan sejuta asa dan kerinduan pada keluguanku.

Merah darah ini telah terbuang percuma bahkan tak terlihat.

Aku bukan pelajur waktu

juga bukan segenggam emas yang separuh aku dan harapan.

Tolong doakan agar aku bisa terbang dan menggapai matahari

Terjamah oleh se titik cinta pada sebuah asa

Yang pada akhirnya terkapar di makan usia "


SALAM PONDOK DONGENG ABU MIFTAH


----------@@@@-------------


MENDONGENG JANGAN "MALAS"

Mendongeng bukan sekadar bergaya tapi dibutuhkan kreativitas yang tinggi.wajar saja jika saya mendongeng selalu bercucuran air keringat.

Kreativitas yang tinggi berguna agar pendongeng ketika menyampaikan materi (bercerita). Anak-anak tidak berlarian bahkan tidak ngomong sendiri-sendiri. Jika terjadi dapat dikatakan pendongeng tersebut telah gagal total (GaTot).

Saat ini kejadian tersebut membuat guru-guru banyak yang tidak tertarik dengan mendongeng bahkan guru-guru di TK pun jarang sekali yang mau mendongeng. Selain takut GaTot alasan lainnya bermacam-macam. Dari kekurangan bahan cerita, tidak bisa berakting, kurang Pede, tidak mau menggerakan tubuh dan masih banyak lagi. ironisnya, ada juga yang beralasan ’malas’.

Kemalasan tersebut bisa jadi karena stamina tidak mendukung (Malas bergerak).Makanya kita harus banyak berlatih. Supaya kerja otak,fisik jadi prima dan kita tidak malas.

Mari kembali mendongeng. Teori sudah diluar kepala,tinggal kita harus banyak berlatih , seperti pernafasan, vokal, dan intonasi agar mendongengnya menarik dengan berbagai variasi suara-suara dan lagu-lagu.

Ingat.!!! Jika banyak berlatih pastinya segudang kelebihan dan kelemahan yang kita dapat.


*******@@@@*****



Mutiara Hati


ANAK, AMANAH ATAU UJIAN ?



SEBUAH kenyataan yang sering kali kita jumpai ialah tidaklah dua orang yang pernah mengenal berjumpa melainkan mereka akan bertanya berapa jumlah anak mereka sekarang.


Jarang sekali kita dapati mereka mengawali pembicaraan dari tema berapa banyak kekayaan mereka, berapa pula istrinya, atau yang lainnya. Ini mengisyaratkan bahwa anak di mata para orang tua adalah ibarat satu-satunya barang yang paling berharga yang ia miliki.


Ada hal yang penting sekali untuk diketahui dan sangat perlu direnungkan oleh para orangtua, bahwa lahirnya seorang anak bukan semata-mata guna menambah jumlah anggota keluarga, juga bukan semata-mata guna menambah kebahagiaan bapak dan ibu serta membahagiakan mereka.


Juga bukan sekedar memberikan harapan buat orangtua bahwa di hari esok apabila anak telah dewasa dapat membantu orangtua untuk mencari nafkah.


Akan tetapi, hadirnya seorang anak merupakan cambuk bagi orangtua khususnya, untuk berlomba-lomba berbuat yang paling baik bagi diri sendiri dan anaknya. Tentunya "baik" di sini adalah dalam penilaian Dzat Yang menciptakan dan menghadirkan buah hati tersebut di tengah-tengah keluarga.


Dengan demikian, anak tidak semata-mata kenikmatan rezeki dari Alloh untuk dinikmati, namun ia merupakan amanah dan tanggung jawab bagi orangtuanya. Bagaimana bisa begitu?


Tidak ada yang aneh dan samar dalam masalah ini bila kita kembali mentadabburi merenungi dan memahami firman Allah:


Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS at-Taghabun: 15)


Bahkan dalam ayat tersebut Allah tidak sekedar membahasakan anak sebuah amanah, namun sebagai sebuah ujian. Yaitu, ujian apakah para orangtua berbuat baik pada anak tersebut, ataukah tidak. Hal ini mungkin perlu perenungan sejenak.


Sudahkah kita sebagai orangtua menyadarinya? Ini adalah pertanyaan pertama, sebelum kita bertanya apakah ia mendidik anak-anak dengan baik atau bahkan tidak memperhatikan mereka.


#SatuHatiCintaAlquran


----------@@@@@@---------


7 RAHASIA MENDIDIK ANAK

Oleh : Ustd.Farid Ahmad


1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.


2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.


3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.


4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.


5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.


6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.


7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.



promo

Ka Abu Miftah bukan saja mengajarkan mendongeng, melatih anak berteater tapi juga mengajarkan anak berprestasi dalam menggambar. Kini Ka Abu dapat hadir di sekolah teman-teman. Berminat hub. 08177 25 321 atau sms 0812 13 79 1326